DEFINISI RABUN JAUH

ECS

Atasi rabun jauh Dengan Eye Care Softgel

Mampu menyembuhkan berbagai masalah penyakit mata salah satunya rabun jauh, yang efektif, aman tanpa bahan kimia dan tanpa efek samping 100% alami. Eye Care Softgel solusi tepat bagi kesehatan mata Anda.

Pengertian Rabun jauh

orang dengan rabun jauh

 

Rabun jauh adalah kondisi mata yang menyebabkan objek yang dekat terlihat jelas sementara objek yang jauh terlihat kabur. Kondisi ini juga bisa disebut dengan istilah miopia.

Pengidap rabun jauh ringan umumnya tidak membutuhkan penanganan khusus. Sedangkan rabun jauh yang tergolong parah akan mempengaruhi kemampuan melihat pengidapnya sehingga harus segera ditangani.

Gejala-gejala Rabun Jauh

rabunjauhGejala pada rabun jauh bisa terjadi pada siapa saja dan dari segala usia. Tapi kondisi ini umumnya mulai dirasakan oleh pengidapnya pada masa kanak-kanak hingga usia sekolah.

Gejala-gejala rabun jauh yang muncul secara umum.

  1. Pandangan kabur ketika melihat objek yang jauh sehingga sering menyepitkan mata, contohnya kesulitan untuk melihat huruf di papan tulis.
  2. Sakit kepala karena mata bekerja secara berlebihan.
  3. Frekuensi mengedipkan mata yang berlebihan.
  4. Sering menggosok mata.
  5. Terlihat tidak menyadari keberadaan objek jauh.

Gejala tersebut perlahan-lahan akan semakin parah seiring bertambahnya usia dan perkembangan mata.
Apabila Anda atau anak Anda mengalami penurunan daya penglihatan yang secara signifikan sampai mengganggu aktivitas yang dijalani, lakukanlah pemeriksaan pada dokter atau ahli mata.

Tingkat Keparahan Rabun Jauh

Tingkat keparahannya terbagi dalam tiga kategori, yaitu rabun jauh ringan, rabun jauh menengah, dan rabun jauh berat. Pengelompokan tersebut di tentukan berdasarkan dioptri (D) yang dimiliki pasien. Diopri adalah unit pengukuran yang digunakan ahli medis dalam mengukur seberapa parah tingkat rabun seseorang.

Penderita rabun dekat tingkat ringan umumnya hanya membutuhkan kacamata untuk melakukan aktivitas seperti belajar, mengemudi, atau menonton televisi. Rabun jauh tergolong ringan apabila berukuran -0.5D hingga -3D.

Apabila penderita rabun jauh tingkat menengah atau dioptri -3D hingga -6D, dianjurkan untuk selalu memakai kacamata atau lensa kontak. Sementara pada rabun jauh yang parah, yaitu lebih dari -6D, penderita hanya dapat melihat objek dengan jelas jika memegangnya sangat dekat dengan mata dan tanpa menggunakan kacamata.

Penyebab dan Faktor Pemicu Rabun Jauh

Kerusakan refraktif pada mata adalah penyebab utama rabun jauh. Kondisi ini terjadi apabila cahaya yang masuk ke mata justru terfokus di depan retina dan bukan tepat pada retina. Inilah yang menyebabkan pandangan menjadi kabur.

Penyebab kerusakan tersebut belum dapat diketahui secara pasti. Para pakar menduga kondisi ini dapat dipicu oleh dua faktor utama, yaitu keturunan dan pengaruh lingkungan.

Anak-anak dengan orang tua yang mengidap rabun jauh memiliki risiko sekitar 30 persen lebih tinggi untuk mengidap kondisi yang sama. Pengaruh lingkungan juga berperan penting contohnya terlalu sering membaca, menonton televisi, atau menggunakan komputer.

Proses Diagnosis Rabun Jauh

Pada umumnya rabun jauh dapat didiagnosis melalui pemeriksaan mata oleh ahli kacamata atau dokter spesialis mata. Dalam proses ini, ahli kacamata akan meminta Anda untuk membaca tiap huruf atau angka dengan ukuran yang berbeda-beda pada tabel dengan jarak tertentu. Jika diperlukan, ahli kacamata bisa merujuk Anda ke dokter mata untuk menjalani retinoskopi untuk melihat reaksi retina terhadap cahaya.

Pengidap rabun jauh disarankan untuk melakukan pemeriksaan mata secara rutin. Frekuensi pemeriksaan yang baik adalah setidaknya tiap dua tahun sekali.

Langkah Penanganan Rabun Jauh

Penanganan ini dilakukan untuk membantu agar cahaya bisa terfokus pada retina. Jenis penanganan yang dipilih tergantung pada usia pasien, tingkat keparahan rabun jauh, serta kondisi pada pasien.

Penggunaan kacamata atau lensa kontak

ini adalah langkah yang paling sederhana dan terjangkau bagi pengidap rabun jauh. Pemilihan kacamata atau lensa kontak tergantung pada kebutuhan serta kenyamanan Anda. Apabila Anda menggunakan lensa kontak, menjaga kebersihan lensa sangatlah penting agar Anda terhindar dari infeksi mata.

Operasi dengan sinar laser

Diperkirakan 90 persen pasien yang menjalani opersi laser merasakan perubahan yang signifikan.

Dalam proses operasi ini, sinar laser akan digunakan untuk membakar sebagian kecil kornea agar lengkungannyakembali normal. Operasi laser yang dapat menjadi pilihan ialah. Laser epithelial keratomileusis (LASEK), laser insitu keratectomy (LASIK), dan photorefractive keratectomy (PRK).

Setelah menjalani operasi LASEK atau LASIK, kemampuan pada mata Anda akan kembali dalam 24 hingga 48 jam. Tapi untuk pemulihan secara total umumnya bisa memakan waktu sampai sebulan. Sedangkan untuk PRK, proses dari pemulihan sampai penglihatan kembali stabil bisa berlangsung lebih lama, yaitu hingga setengah tahun.

Selama masa pemulihan, kemampuan mata Anda akan mengalami fluktuasi untuk sementara. Seperti penurunan kemampuan melihat pada malam hari serta pandangan menjadi kabur saat terkena cahaya terang. Tapi kondisi ini secara perlahan akan berkurang. Mata Anda juga mungkin akan tersa kering sehingga Anda akan membutuhkan obat tetes mata untuk mengatasainya.

Prosedur ini tidak cocok bagi penderita diabetes, orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah(contohnya, penderita HIV), ibu menyusui, ibu hamil, serta pengidap glaukoma atau katarak.

Implantasi lensa buatan

Alternatif lainnya adalah dengan melakukan implantasi lensa buatan kedalam mata. Proses ini dilakukan untuk menangani rabun jauh dengan keparahan yang tinggi dan tidak bisa ditangani dengan operasi laser. Prosedur ini dilakukan dengan memasukan lensa buatan tanpa mengeluarkan lensa mata yang asli atau mengganti lensa asli dengan lensa buatan.

Implantasi lensa buatan tanpa mengeluarkan lensa asli disebut juga dengan implantasi lensa phakic. Proses ini pada umumnya dilakukan untuk pasien yang berusia 25 hingga 45 tahun. Sedangkan prosedur penggantian lensa biasanya lebih cocok bagi pasien lansia yang juga menderita gangguan kerusakan mata yang lain seperti glaukoma.

Komplikasi yang umum terjadi dalam prosedur ini adalah penggelapan kapsul posterior, yaitu lensa buatan yang menebal dan menyebabkan pandangan buram. Komplikasi ini besar kemungkinan terjadi pada jangka waktu setengah hingga lima tahun setelah operasi. Selain itu, terdapat beberapa potensi komplikasi lainnya yaitu glaukoma, katarak, penurunan kemampuan melihat saat malam, serta penggeseran retina.

Pencegahan Perkembangan Rabun Jauh

Meski rabun jauh tidak bisa dicegah sepenuhnya. Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk melindungi mata dan mengurangi perkembangan kondisi Anda. Langkahnya yaitu:

  1. Melindungi mata dari sinar matahari. Sebaiknya gunakan kacamata hitam saat bepergian di siang hari.
  2. Memeriksakan mata secara rutin.
  3. Gunakan kacamata atau lensa kontak dengan ukuran yang tepat dan sesuai kondisi mata.
  4. Mengenali gejala rabun jauh secara seksama.
  5. Menerapkan pola hidup sehat, contohnya berhenti merokok serta meningkatkan konsumsi buah-buahan dan sayuran (khususnya yang kaya akan vitamin A).
  6. Mengontrol penyakit kronis yang diidap, terutama diabetes dan hipertensi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s